Pada suatu hari Minggu saya jalan-jalan bersama komunitas bandoengwaktoeitoe jelajah Laswi Heritage Bandung. Bandoengwaktoeitoe adalah komunitas jelajah objek bersejarah di kota Bandung dan sekitarnya, diminati oleh warga yang senang wisata sejarah. Biasanya kami menyusuri jalan, masuk ke objek bangunan heritage, membahas sejarah, menganalisis, dan diskusi.
Sebagai peminat objek sejarah kami jadi bisa memahami apa yang dilakukan pemerintahan masa lalu tersebut, mencontoh yang baik, dan turut menjaga serta merawat situs sejarah.
Sejarah Laswi Heritage Bandung
Lokasi Laswi Heritage Bandung ini terletak di pojok jalan Laswi dan jalan Sukabumi. Sebagai warga yang sudah lama menetap di Bandung, seingat saya dulu ada deretan rumah-rumah sepanjang jalan Laswi sebelum pintu masuk Balai Diklat KAI. Area ini bersebelahan dengan perlintasan kereta api Laswi.
Jalan Laswi sebetulnya merupakan singkatan Laskar Wanita Indonesia, laskar pejuang tentara wanita di zaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
Mulainya dari simpang jalan Jenderal Ahmad Yani hingga jalan Jenderal Gatot Subroto.
Nanti jalan Laswi ini menyambung dengan jalan Pelajar Pejuang dan lanjut ke jalan BKR (Badan Keamanan Rakyat).
Penamaan Laswi Heritge Bandung kurang tahu mulai kapan, tetapi kata security di lapangan, area ini baru dibuka kira-kira sesudah pandemi Covid. Menilik dari IG lawsi.heritage, area ini merupakan bagian dari Laswi City Heritage, yaitu sebuah proyek revitalisasi kawasan kerjasama antara PT KAI dan PT WIKA Realty.

Di era pemerintahan Kolonial Belanda, area Laswi Heritage merupakan gudang peti kemas untuk penyimpanan dan pendistribusian komponen kereta api, baik yang baru maupun bekas.
Di area seluas 20 hektar ini membentang dari jalan Sukabumi, diapit oleh jalan Laswi, rel kereta api, memanjang ke selatan hingga ke daerah Kiara Condong.
Namanya juga gudang peti kemas komponen kereta api, tentu saja dimensi bangunannya besar-besar dan bentangnya lebar.
Di area kawasan yang menghadap ke jalan Laswi dulu pernah ada deretan perumahan, yang sekarang sudah digusur. Walaupun menurut beberapa media, masih menjadi kasus hukum, tetapi sudah dipagari ole PT KAI.
Jelajah Kawasan Laswi Heritage
Selama puluhan tahun menetap di Bandung, hampir tiap hari melalui kawasan ini, saya baru sekali ini menginjakkan kaki di kawasan yang ternyata sangat luas. Tentu saja saya tidak tahu kawasan ini, karena kan sebelumnya tertutup deretan rumah sepanjang jalan Laswi.
Jadi hari Minggu tersebut, kami berkumpul sekira pukul 08:45 bersama teman-teman yang mendaftar untuk ikut trip komunitas bandoengwaktoeitoe (BWI). Saya naik ojek online dari rumah dan diturunkan di pintu masuk kawasan dari arah jalan Sukabumi.
Menurut Teh Lia, hanya sembilan orang yang ikut trip ini. Sambil menunggu foundernya Kang Ojel, kami pun mengobrol bersama security dan sesekali jelajah tipis-tipis untuk foto dan video kawasan.
Area pintu masuknya sudah cukup baik karena dilengkapi dengan scan e-wallet. Di sebelah kiri ada bangunan cukup besar terbuat dari struktur baja dengan brand Kopi Bajawa – Flores NTT.
Kebetulan hari itu merupakan peringatan ulang tahun ke-3 komunitas BWI yang berdiri tanggal 19 Januari.

Kami menunggunya di depan sebuah bangunan, yang sekarang dipakai sebagai kantor PT WIKA Realty, yang konon sudan mengantongi izin untuk melakukan revitalisasi kawasan. Di seberang kantor terdapat poster besar rencana yang akan datang, revitalisasi menjadi Laswi City Heritage.
Di poster tersebut ada masterplan yang nantinya dibangun beberapa fasilitas sebagai berikut:
- Boutique Hotel
- Shopping Malss
- 4 star Hotel & Convention
- Apartemens
- Retail Village
- Mosque
- Multipurpose Halls
- Parking Lot
Setelah Kang Ojel tiba, kami pun masuk ke dalam kantor, dan mendapat penjelasan tentang tempat bersejarah ini.
Gudang ini mulai didirikan tahun 1926 dan diresmikan tahun 1928. Area ini dulunya bernama Gudang Persediaan Cikudapateuh PT KAI dengan banyak bangunan cagar budaya dari era perusahaan kereta api Staatsspoor en Tramwegen (SS) yang diresmikan tahun 1928. Kawasan ini pernah jadi dry port terbesar di Indonesia.
Kalau melihat peta, site plan, dan foto udara (heran juga ya…zaman tersebut sudah ada foto udara, padahal belum ada drone), bangunan tersebut rata-rata bentuk persegi panjang dan berjajar rapi. Total ada 20-an bangunan yang semuanya diberi nomor urut.

Sambil Kang Ojel menjelaskan, kami pun jelajah menyusuri kawasan.
Desain bangunannya unik, di samping kanan kiri bangunan tersebut ada rel kereta api, dan ada dua pintu geser kayu yang besar dan berat serta berhadapan di dua sisinya. Setiap bangunan ada tiga pasang pintu geser tersebut.


Bangunan tersebut ada yang satu lantai dan ada yang dua lantai.
Adanya rel-rel di setiap sisi bangunan, saya membayangkannya, dulu ada lori kereta yang masuk ke kawasan, mengangkut komponen dan onderdil kereta api segeda gaban, lalu diturunkan tepat di sisi bangunan. Nah, masukinnya di mana ya?
Pada bangunan dua lantai, desainnya pun sama, ada pintu geser juga di kedua sisinya yang menghadap ke balkon.
Pertanyaan saya terjawab ketika meninjau bangunan dua lantai dan kami semua naik ke atas.
Lantai balkon lantai dua ternyata berlubang lantainya dan di atasnya ada rel untuk mesin katrol. Rel-nya tampak sangat kuat, bahkan mesinnya pun masih ada, buatan Leipzig (kota di Jerman).
Jadi kalau komponen kereta api tersebut akan dikatrol ke lantai dua melewati lubang di balkon mengikuti rel yang digantung di atap.



Bangunan panjang ini terbagi tiga bagian, nah…anehnya antar tiap bagian tersebut dibatasi dinding berpintu beton yang tebal, sehingga sulit digerakkan.
Pintunya model engsel.
Sampai sekarang saya belum ketemu jawabnya, kenapa antar bagian pintu beton, sedangkan dari luar pintu geser terbuat dari kayu…
Mau dicuri juga, ngapain ya, wong pastinya komponennya besar dan berat.
Antar bagian kenapa pintunya malah dari beton…
Tapi dahlah…pokoknya kita foto-foto saja dulu.

Kami menyusuri kawasan hingga ke hanggar yang terbuat dari struktur baja. Bentangnya mungkin antara 30-40 meter dan masih terawat baik.
Di belakang masih ada halaman sangat luas dan beberapa bangunan hingga ke nomor 22.

Hari sudah menjelang tengah hari, keringat pun bercucuran, dan sunblock sudah leleh, akhirnya kami sudahi saja jelajah Laswi Heritage Bandung ini.

Penutup

Saya memang suka bangunan heritage, dan sudah beberapa kali ikut komunitas jalan-jalan seperti ini di Bandung. Seperti kita ketahui di zaman pemerintahan Kolonial Belanda, kota Bandung digadang-gadang menjadi pusat pemerintahan, sedangkan Batavia menjadi kota perdagangan.
Itu sebabnya ada masterplan di area Gedung Sate diperuntukkan bagi bangunan-bangunan pemerintahan. Selain itu didirikan pula Balai Besar Kereta Api di Bandung, sistem pergudangan, dan jalur perkereta-apian dari perkebunan seantero pulau Jawa.
Jelajah Laswi Heritage Bandung waktu itu, selain mempelajari arsitektur heritage, saya juga belajar, bahwa di masa hampir seabad yang lalu, pemerintah Kolonial mempunyai sistem distribusi hulu ke hilir yang mumpuni.
Sekarang ini di area Laswi Heritage mulai dibuka untuk berbagai kegiatan yang membutuhkan ruang terbuka luas. Selain kalian bisa ngopi dan kulineran di Kopi Bajawa Flores – NTT kalian bisa olah raga tiap akhir minggu dan berfoto di spot yang Instagramable.
Di sini juga sering diadakan event-event seperti event olah raga maupun event musik.

Semoga bermanfaat.
Sumber:
https://www.voxyouths.com/travel-petualangan/51484874/laswi-heritage-bandung-lokasi-keren-buat-nongkrong-dan-wisata-sejarah
https://bandungbergerak.id/foto/detail/121/heritage-di-atas-trauma-anyer-dalam




Wah sampe bisa masuk ke dalam bangunannya ya. Sekilas mirip area atap Lawang Sewu kalau lihat dari fotonya. Aku sukaaa banget kalau jelajah heritage kayak gini walaupun jujur sendirian keder juga haha, minimal ada temen buat ngobrol deh.
Itu area bengkel sebesar hanggar beneran gede banget. Dipake buat foto cakeep, asal lightingnya support sih ya. Semoga nanti bisa nyobain Jelajah Laswi Heritage ini.
Menarik banget menjelajah bangunan heritage kayak Laswi Heritage Bandung ini ya, Kak Hani.
Kalau aku ikut jalan-jalan ke sana, aku pasti sudah membayangkan bagaimana sibuknya tempat itu di masa jayanya dulu.
Sambil memikirkan andai aku juga ikut merasakan bagaimana jayanya.
Seneng ya masih terawat dengan baik bangunannya berikut juga rel nya. Sehingga cocok jadi wisata sejarah dan edukasi pilihan juga.
Mbaaaak, keren banget tempatnya. Aku juga udah puluhan tahun di Bandung, tapi belum pernah ke sana. Waktu SMA suka ke Jalan Sukabumi, dekat lokasi heritage ini, karena sahabatku tinggal di sana. Tapi sekarang mah rumahnya udah nggak ada.
Btw, Laswi Heritage ini terbuka untuk umum, ya? Pengen ke situ euy.
Walah baru tahu kalo Laswi singkatan dari Laskar Wanita Indonesia hehhe
Setiap ke Bandung (dari Cinanjung Sumedang) saya selalu ngelewatin jalan Laswi
dan kalo Mbak Hani gak nulis ini, saya gak tau lho ada Laswi Heritage
Mbak Hani tau gak ada Komunitas Aleut yang sering melakukan wisata sejarah juga
Jadi penasaran pingin gabung supaya dapat banyak ilmu
Walau mungkin bakal cape jalan ya? 😀
Oalah, sekarang daerah ini jadi Laswi Heritage ya…
Dulu saat masih kecil, saya kan tinggal di Gumuruh, depan yg sekarang dibuat TSM milik CT ke daerah itu tempat main dan lari
Banyak kenangan di sana. Termasuk lihat rel dan kereta apinya. Haha…
Dari Gatsu saya muter sampai ke Pelajar Pejuang terus ke Maskumambang akhirnya ke Hero didekat Hotel Horison. Itu dulu ya…
Terimakasih informasinya terkait Laswi Heritage ini Bu
Kalau ke sana pasti udah pangling banget saya…
Aku orang Bandung tapi jujur belom pernah ke Laswi Heritage..
Wisata sejarah yang banyak yang bisa digali yaa
Penasaran sama yang sekrang alih fungsi jadi resto.. pasti estetik suasananya
Beberapa tahun lalu juga pernah ikut walking tour salah satu komunitas pecinta sejarah, namanya Komunitas Aleut.
16 TAHUN DI BANDUNG BARU SEKARANG TAHU SINGKATAN JALAN LASWI. Kirain teh bahasa Sunda gitu.
Sek sebentar, aku sering kerja di Bandung Creative Hub, Laswi Heritage ini lahan tertutup yang bersebelahan dengan kantor KAI itu bukan? Kalau dari arah Jalan Jakarta, dia berada di sisi kanan Jalan Sukabumi?
Suka ke Bandung tapi belum pernah datangi destinasi Laswi Heritage Bandung, jadi wajib dihampiri nih.
Wah aku juga baru tahu ada Laswi Heritage mbaa, biasanya orang2 ke Bandung ke tempat yang viral aja, ini bagus banget jalan-jalannya ke tempat yang bersejarah. Jadi penasaran ini kalau main ke Bandung 😍
Penasaran dengan hasil revitalisasinya nanti, karena lahan yang luas. Apakah bangunan aslinya masih dipertahnkan atau tidak ya?
Selalu suka kalo Mbak Hani review jalan-jalan, jadi nambah ilmu dan sudut pandang tentang arsitektur atau bangunannya. Akhirnya jadi paham arti balkon berlubang yang Mbak Hani ceritakan via ungggahan tik tok @haneewid.
Semoga selalu terjaga cagar budaya ini, ya mbak.
Kelak anak cucu kita pun perlu mengenal aktivitas manual yang orang dulu lakukan tanpa kecanggihan teknologi, namun tetap bisa memberi solusi.
Liburan sering ke Bandung, tapi nggak tahu sama sekali ada lokasi wisata sejarah menarik Laswi Heritage. Semoga next visit bisa menjelajah di sini buat menggali lebih dalam sejarahnya.
canggih dan visioner berarti ya zaman adanya bangunan Laswi Heritage Bandung ini, secara udah ada foto udara segala ya apa dari satelit gitu ya? Bentuknya juga cakep lho itu
seru ya Mbak bisa jelajah bangunan peninggalan gini.
wah saya baru tahu loh singkatan laswi dan ternyata ada laswi heritage, duh kemana aja yaa. bisa dibuka untuk umum juga ya? bisa kesana secara private atau bareng keluarga? kalau dipikir pikir gak heran sepanjang laswi sampai BKR nama jalannya ya BKR atau pelajar pejuang ya. bahkan sampai nyambung ke daerah siliwangi deh sepertinya, banyak gudang dengan bangunan heritage juga. yang paling terkenal yang saya tahu gudang selatan sih.