NuArt Sculpture Park, Antara Seni-Budaya-Alam

hani

NuArt Sculpture Park, Antara Seni-Budaya-Alam

Nama I Nyoman Nuarta ramai dibicarakan setelah karyanya menjadi elemen fasad Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN), Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Buat orang Bandung, I Nyoman Nuarta melekat dengan NuArt Sculpture Park, sebuah museum dan galeri seni kontemporer yang terletak di Jl. Setraduta Raya Blok L 6, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40151.

Dihitung jari ada empat kali saya sudah ke museum ini dan belum bosan. Pertama kali, ketika harus mengantar asesor akreditasi yang berkunjung ke kampus saya mengajar. Kemudian, bersama teman-teman sesama pengajar, lalu disambung ke sana lagi bersama mahasiswa untuk mengamati desain museumnya. Terakhir bersama Bara dan komunitas art-nya.

Tentang NuArt Sculpture Park

NuArt, diambil dari nama seniman penggagas dan pemilik museum ini, yaitu I Nyoman Nuarta, alumnus jurusan Seni Patung, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB. Beliau yang masa kecilnya berasal dari Tegallinggah, Bali, sangat dekat dengan alam, sehingga sangat memerhatikan harmoni antara manusia, alam, dan penciptanya.

Filosofi, Trihita Karana ini sudah mendarah daging menjadi tema hampir di semua karyanya, yang sering memenangkan sayembara.

Profesi sebagai seniman diawali ketika memenangkan Sayembara Patung Proklamator Kemerdekaan Negara Republik Indonesia di tahun 1979, sebelum lulus dari ITB.

Hingga kini Nyoman Nuarta, sudah berkarya lebih dari 200 karya seni baik nasional maupun internasional.

Karya lain patung Arjuna Wijaya di depan bank Indonesia, Jakarta dan yang juga terkenal adalah Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, atau kerap disebut dengan GWK, sebuah taman wisata budaya di bagian selatan pulau Bali.

Terakhir yang mengundang kontroversi terutama dari para arsitek adalah desain Istana Negara sering disebut sebagai Istana Garuda, walaupun memenangkan sayembara dianggap tidak mewakili karakter Arsitektur Indonesia. Di sisi lain, profesinya sebagai seniman patung, seolah menihilkan profesi arsitek yang harusnya tugasnya mendesain bangunan.

Khalayak bahkan mungkin para arsitek sendiri lupa, bahwa yang memenangkan sayembara adalah biro konsultan ketika di dalamnya berkolaborasi berbagai profesi termasuk arsitek.
Hanya kebetulan saja, direktur biro konsultan ini adalah sang seniman.

Fasilitas di NuArt Sculpture Park

NuArt Sculpture Park, Antara Seni-Budaya-Alam
lobby masuk museum

Bagi teman-teman yang datang dari arah Jakarta, bila ke luar tol Pasteur, belok kiri ke Jalan Soeria Soemantri, melalui jalan Lemahnendeut. Ketemu pojokan Kampung Kecil Bandung, belok kiri lagi, terus saja, masuk kompleks Setra Duta Raya.

Menyeberangi jalan, kita akan masuk ke area NuArt Sculpture Park yang agak tersembunyi, melewati gerbang, dan bisa langsung memarkirkan kendaraan. Area parkir tidak banyak, masih memadai bila kalian ke sana hari kerja.

NuArt Sculpture Park pertama dibuka untuk umum tahun 2000, walaupun memamerkan sebagian besar karya Nyoman Nuarta sendiri, tetapi juga menerima karya seniman lainnya tentunya melalui proses kurasi.

Berikut adalah fasilitas yang ada di NuArt Sculpture Park:

NuArt Museum & Gallery

Gedung Museum & Galeri NuArt merupakan bangunan utama tempat kalian bisa membeli tiket masuk, yaitu Rp50K untuk pengunjung umum, dan Rp25K untuk siswa/mahasiswa, asalkan bisa menunjukkan kartu siswa.
Jam buka tiap hari pukul 08:30-17:00, kecuali hari Senin, tutup.

Pembayaran bisa menggunakan QRIS, kemudian kalian akan mendapatkan sticker pengunjung. Bisa juga sekalian menitipkan barang atau ransel besar, bila kalian ingin lebih leluasa melihat-lihat ke dalam.

Di depan counter ticket ada lobby besar terpajang beberapa karya Nyoman Nuarta. Beberapa kali ke sini, karya yang dipamerkan di lobby ini selalu berubah-ubah. Kadang yang tadinya dipajang outdoor, nanti pindah indoor, atau sebaliknya. Berikutnya berbeda lagi, karena ada karya yang baru.
Bahkan terdapat pula miniatur dari karya-karya aslinya.

karya di lobby
karya di lobby

Area Museum & Galeri yang memiliki 2 lantai ini menjadi tempat memajang karya-karya Nyoman Nuarta yang diproduksi sejak tahun 1975 hingga 2019. Rentang waktu produksi karya-karya tersebut merupakan gambaran rentang waktu berkesenian Nyoman Nuarta sejak masa studinya di FSRD ITB hingga karya terakhirnya.

Area Museum & Galeri ini menjadi tempat untuk mengeksplorasi berbagai eksplorasi dan ide sang seniman yang berupaya mewujudkan visi besar berkeseniannya melalui pengembangan area NuArt Sculpture Park.
Sebagian besar karyanya, juga menjadi ciri khasnya adalah menggunakan material logam (perunggu), yang karena proses oksidasi, dalam beberapa waktu akan berwarna kehijauan.

museum
museum dari atas
konstruksi atap
konstruksi atap

bergaya bersama mahasiswa di depan karya bernama “Condemned”

Di kanan lobby terdapat tangga lingkar menuju lantai dua, yang juga menjadi elemen estetis ruangan lobby. Di balik tangga terdapat Craft Boutique, yaitu karya kolaborasi berbagai seniman dan cenderamata khas NuArt.

Bagi diafable juga tersedia lift yang lokasinya agak masuk di sebelah Craft Boutique.

tangga melingkar
tangga estetis

Terrace Gallery

terrace gallery
melihat pameran di terrace gallery
terrace gallery
terrace gallery

Terrace Galery terletak di lantai 2, di sebelah kiri tangga, merupakan ruangan seluas 200 m2. Ruangan ini diperuntukkan bagi seniman lain untuk memamerkan karya mereka, setelah melalui kurasi.

Kalau kalian ke sini, karya yang dipamerkan memang selalu berbeda-beda.

Audio Visual Room

audio visual room
audio visual room

Ruang Audio Visual diperuntukkan untuk presentasi multimedia berkapasitas 98 kursi untuk pemutaran film, pertunjukkan kecil, maupun konferensi pers. Bagi pengunjung dari komunitas atau rombongan bisa menonton film pendek proses kreasi Nyoman Nuarta, tentang pembuatan patung GWK, desain Istana Negara, dan lain-lain.

Sculpture Park

Alur mengunjungi Museum dan Gallery ini, kalian naik ke atas tangga melingkar, melihat pameran di Terrace Gallery lalu melalui lorong masuk ke ruang pamer di Museum, nanti turun ruang pamer di belakang, lalu ke luar pintu menuju ke Sculpture Park di area Amphiteater dan air mancur.

letak patung ini di dekat ruang parkir

Sesuai namanya “taman patung”, di sinilah karya-karya ikonik Nyoman Nuarta dipamerkan. Saya paling suka bentuk kepala paus mungkin sesuai skala aslinya. Sedangkan agak jauh tampak ekornya. Bila kita amati dari dekat, seperti ada pahatan kotak-kotak pada kepala paus.

di depan patung paus, bersama teman, komunitas art class, dan mahasiswa

Menurut pemandu yang mengantarkan kami, patung paus tersebut merupakan simbol penangkapan paus ilegal yang terjadi di perairan Nusantara. Bentuk kotak-kotak adalah jaring yang menangkap paus tersebut.

Ada beberapa karya-karya lain yang tersebar di Sculpture Park ini dan kalau kita datang ke sana, penempatannnya tidak selalu sama.

NuArt Sculpture Park, Antara Seni-Budaya-Alam
salah satu karya

Amphitheater

amphitheater di NuArt Sculpture Park, Antara Seni-Budaya-Alam
amphitheater dan panggung (air mancur)

Antara Museum NuArt dan Sculpture Park terdapat air mancur, yang kadang dinyalakan kadang tidak. Pelataran air mancur ini berfungsi juga sebagai panggung untuk amphitheater bila ada event luar ruangan.

Dome

Di balik patung paus terdapat bangunan beratap kubah dinamakan Dome, berlantai dua. Denahnya melingkar yang cocok banget untuk ruang diskusi, pembacaan puisi, pertunjukan seni, atau presentasi lainnya.

Di sampingnya di bawah atap berjajar bangku-bangku kayu, bisa digunakan untuk komunitas art. Pada suatu kesempatan saya menemani Bara dan Mama Bara bersama komunitas seni para neurodivergen.

bangunan dome di nuart sculpture park
bangunan dome
art class di nuart sculpture park
art class

Laxmi Resto

Buat kalian yang suka kuliner Bali, ke Laxmi Balinese Restaurant paling pas. Aneka menu, misalnya Nasi Bebek Crispy, Nasi Ayam Betutu, hingga menu Western bisa kalian pilih dari daftar menu.
Termasuk minuman hingga kopi ada juga di sini. Harga menu bervariasi, antara Rp40ribuan hingga Rp130ribuan.

Dari teras Laxmi Resto kita bisa melihat ke seberang sungai kecil tempat Workshopnya Nyoman.

Nyoman Nuarta’s Workshop

Ciri khas patung Nyoman Nuarta selalu dibuat dalam modul, karena hampir semua karyanya berukuran besar. Artinya karya patungnya tersebut dibuat dalam potongan kecil di workshop di Bandung, nanti dibawa ke kota lain, baru dirakit di sana.
Seperti halnya patung GWK di Bali, atau fasad Istana Negara di IKN.
Workshop Nyoman Nuarta ini terletak di belakang, dekat sungai dan ada air terjun kecil.

Craft Boutique

Craft Boutigque merupakan toko cenderamata. Letaknya satu bangunan dengan Museum & Gallery, tetapi umumnya pengunjung mampir setelah selesai tur dan mau pulang.

Penutup

Di Bandung boleh dibilang ada beberapa seniman yang membangun museum atau gallery untuk memamerkan karyanya, misalnya Selasar Sunaryo, Lawangwangi Creative Space, dan lain-lain.

Fasilitas di NuArt Sculpture Park cukup banyak, sehingga bila kalian berkunjung ke sini ada baiknya pagi hari. Karya-karya patungnya yang sebagian besar dari perunggu tersebar di bawah teduhnya pepohonan di kawasan seluas 4 hektare Instagramable banget. Belum lagi karya-karya di dalam museum juga cukup banyak untuk diperhatikan satu demi satu.

Memang mengamati karya seni tidak bisa sebentar. Walaupun banyak pendapat, seni itu sulit dimengerti, dengan mengamati dan merenung, kalian akan mendapatkan insight yang sangat berharga. Karya-karyanya mudah dipahami, merupakan pengolahan yang apik antara seni, perhatiannya pada budaya dan alam.

bersama sang seniman
foto bareng mahasiswa dan sang seniman

Kalian bisa cek Instagramnya di @nuartpark, sering ada event-event, konser musik, menari bersama, art class, atau workshop yang bisa dilakukan bersama keluarga.

Also Read

Bagikan:

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

Tags

11 pemikiran pada “NuArt Sculpture Park, Antara Seni-Budaya-Alam”

  1. Dengan tiket masuk di NuArt Sculpture Park cuma Rp.50k / 25k sangat worth it untuk dikunjungi. Spot untuk berfotonya aestetik banget. Indah dan jangan sampe gk mengabadikan momen2 indah melalui foto bersama orang tercinta 🙂

    Balas
  2. Murah tiket masuknya…padahal di dalam bagus sekali NuArt Sculpture Park ini…Kalau ga dijelasin Mba Hani ga ada bayangan kalau secakep ini. Mesti disambangin kalau nanti ke Bandung lagi.
    Biar puas menikmati karya Nyoman Nuarta dan seniman lainnya, pepotoan plus kulineran makanan khas Bali yang bagiku selalu ngangeni…
    Gas…agendakan!

    Balas
  3. Wah Mbak Hani udah 4 kali, saya belum sekali pun

    beberapa tahun silam, teman-teman Forum Hijau Bandung ketemuan di sini, sayangnya waktu itu saya gak bisa

    harus ngejadwalin ah ke sini, supaya jangan kudet 😀

    Balas
  4. Udah lama gak mampir di blog nya Mbak Hani. Jadi kangen.

    Saya sempat beberapa kali melewati NuArt Park ini saat diajak suami berkunjung ke rumah saudara. Kayaknya adalah 2-3 kali saya ke rumah saudara suami ini. Setiap lewat saya langsung terkesan dengan fasad bangunannya meski tidak terlalu rinci karena hanya memandang sekilas. Terus sempat juga menilik akun IG nya. MashaAllah keren banget.

    Saya sendiri seorang pengagum karya-karya Nyoman Nuarta. Malah sempat ketemu/melihat beliau saat proses belahan patung GWK disusun satu persatu. Pas pulak saya berkunjung ke sana. Kabarnya bagian2 dari patung ini dibawa pakai container dari Bandung ya Mbak. Sampe puluhan unit dan baru disatukan di Uluwatu.

    Aahh kudu nagih ke suami nih buat ngaterin saya ke NuArt ini.

    Balas
  5. Daku belum pernah ke sana. Kalo melihat tempatnya yang adem jadi mengesankan sambil melihat koleksi karya Nyoman Nuarta ini. Bisa jadi salah satu destinasi menarik, apalagi buat pecinta seni ya

    Balas
  6. Ya ampun, Aku terpesona sama suasana yang asri dan tiap karya seni yang dipamerkan NuArt Sculpture Park bener-bener artistik. Kira2 ada htm nya ga mba saat masuk ke sana?
    Pak Nyoman Nuarta bener2 seniman berbakat yg aku bilang layak sih jadi legend secara tiap karya begitu banyak diakui dan monumental

    Balas
  7. Fasad ibu kota negara yang beberapa waktu sempat jadi bahan perbincangan itu bukan sih, Mbak Hani?

    Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini tuh yang kayaknya hits banget ya. Seniman emang beda. Karyanya banyak banget euy.

    Balas
  8. Saya kurang mengerti seni, tapi kalau melihat visualnya dan keterangan Mbak Hani, sepertinya seni memang selalu punya makna yang begitu dalam. Hanya mereka yang mengerti seni yang akan menghargai sebuah karya ya.

    Balas
  9. Saya baru tahu beliau alumnus ITB, keren banget. Beberapa kali liat karya beliau enggak pernah bosan dan selalu ada tanya tiap kali mengagumi karya tersebut.

    Balas
  10. ya ampun melihat hasil karya sang seniman, sungguh memantik imajinasiku juga jika berkunjung kesini, jadi pengen bawa anak3 pasti mereka senang sekali

    Balas

Tinggalkan komentar

DMCA.com Protection Status