Belajar Praktis dan Gratis dari Platform YouTube Channel

hani

Belajar Praktis dan Gratis dari Platform YouTube Channel

Rasanya zaman sekarang, hampir semua solusi bisa kita temui di platform YouTube Channel. Bahkan ketika saya merenovasi rumah, tukang mencari informasi life hack pertukangan ya dari YouTube juga. Seringkali hal-hal sederhana yang belum kita ketahui sebelumnya, tinggal ketik kata kunci saja, langsung muncul sederetan informasi dari Google, Google AI, dan tentu saja lengkap dengan link dari platform YouTube Channel.

Rata-rata durasi video dari YouTube yang hanya sekitar 5-20 menit tersebut sungguh sangat membantu siapapun mencari informasi atau sekadar hiburan. Sering juga kita bisa menonton film-film secara lengkap, kalau beruntung bahkan ada subtitlenya dalam bahasa Indonesia. Perubahan trend, orang yang ingin serba cepat, YouTube pun mengeluarkan channel Short, yaitu aplikasi video durasi lebih pendek daripada video standar sebelumnya.

Playlist Favorit Mulai Dari Masak, Menjahit, Piano, Travelling, dan Homeschooling

Saya sendiri sempat membuat YouTube channel pribadi dengan nama akun @beehani14 di sini. https://www.youtube.com/channel/UC7s53M8OWE1TqSyiX0BGlcA

YouTube Channel pribadi

Konten video yang saya buat belum banyak, baru 27 video saja, dengan durasi antara 10 detik hingga enam menitan. Benar-benar video saya random banget. Mulai publish sebuah video 14 Agustus 2011, dan terakhir 7 November 2025. Subscribernya juga minim banget. Namanya juga saya iseng sih, belajar sesuatu yang baru.

Dulu pernah, beberapa kali ikut lomba blog, salah satu syaratnya adalah publish di media sosial. YouTube merupakan salah satu pilihan media sosial tersebut. Oleh sebab itu saya membuat juga beberapa video sebagai pelengkap.

Tetapi sekarang sudah banyak platform sejenis yang aplikasi pembuatannya lebih mudah alias “What you see is what you get” (sering disingkat WYSIWYG), misalnya: platform IG Reels dan TikTok.

Channel Memasak Favorit

hasil roti dan kue belajar dari YouTube

Saya suka banget membuat kue dan roti. Selain punya juga aplikasi memasak di Cookpad, klik link YouTube tutorial membuat kue dan roti paling OK sih. Paling sering sih trial & error bikin roti. Suka penasaran karena sering gagal. LOL. Gimana caranya menguleni sampai kalis, pakai tangan atau handmixer, tanpa mixer heavy duty khusus roti itu.

Ya gitu deh, walaupun beberapa kali belum sempurna, tapi kalau sudah matang, ya dimakan saja.

Channel Haks

Life hacks adalah trik, keterampilan, atau metode sederhana untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sehari-hari. Tips ini bertujuan memangkas proses rumit menjadi lebih ringkas, menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

Playlist channel haks ini random sih. Ada tentang jahit menjahit. Saya belajar menjahit baju memakai mesin jahit sejak SMP, tetapi ada saja teknik menjahit yang baru tahu trick-nya setelah menonton Youtube. Misalnya menjahit bahan kaos harus pakai sepatu jahit teflon. Menjahit keliman yang kecil, ternyata ada sepatu jahit khusus.

Life hacks lainnya, antara lain solusi WC mampet jadi lancar lagi, panci gosong jadi kinclong, dan banyak lagi…

Channel Music Favorites

Saya bisa memainkan piano klasik, maka playlist Channel Music Favorites sering saya manfaatkan untuk save lagu-lagu tertentu. Ada beberapa channel yang menampilkan partiturnya, sehingga saya bisa memantau, ini lagunya terlalu susah atau tidak untuk dimainkan.

Seringkali kalau saya update artikel di blog, ya saya klik saja playlist channel piano klasik yang sudah disimpan sebelumnya atau ada link khusus YouTube Music. Maka akan mengalun lagu-lagu mengiringi saya ketak-ketik, bahkan menambah semangat kalau dinamika lagunya memang semangat.

Pas ternyata ada lagu tertentu yang kena di hati, saya catat nama lagu dan komposernya, lalu cari partiturnya di internet. Kalau beruntung saya mendapatkan free music sheet. Apalagi sekarang ada kok aplikasi Musescore, yaitu aplikasi partitur yang menampilkan not balok.

Channel-channel Favorites lainnya

Berikut channel-channel lainnya yang saya kunjungi dan simpan di playlist.

  • Channel Yoga, kanal yoga saya gunakan sebagai media belajar yoga, sering saya buka ketika latihan di sebuah fitness. Berbekal video ini saya bisa latihan dan stretching secara mandiri.
  • Channel Capcut, setahun lalu saya belajar Capcut, yaitu aplikasi untuk edit video. Saya diberi link YouTube tutorial Capcut oleh tutor lalu disave untuk sewaktu-waktu mengulang kembali cara membuatnya. Sayangnya karena mata saya pedes kalau kelamaan utak-atik Capcut, sudah lama saya tidak buka playlistnya.
  • Channel Movie, bosan dengan acara TV dan film dari sebuah provider, seringkali saya klik-klik saja aneka film dari platform YouTube Channel. Kadang nemu film random dari Kazakhstan, Mongol, Jepang, film perang era Nazi, film dokumentar, atau film pemenang award, dan banyak lagi.
  • Channel Travelling, di channel travelling ini saya manfaatkan untuk mempelajari suatu daerah bila ingin berkunjung ke sana. Saya jadi punya informasi travel dan kuliner di suatu tempat/desa/kota/kawasan sejarah. Saya tidak punya idola travel vlogger tertentu, yang penting informatif saja. Kalau bagus ya disave.

Penutup

Nah, itulah beberapa channel yang merupakan favorit saya ketika mengunjungi platform YouTube Channel. Manfaatnya tentu saja banyak, saya mendapatkan ilmu bermanfaat secara gratis. Harap maklum saja, karena gratis, jadi selang beberapa menit ada iklannya.

Salah satu dari sekian video-video yang saya susun adalah kenangan ketika anak saya bekerja di Tanzania, Afrika dan mengunjungi pulau Zanzibar bersama teman kantornya. Dari hasil foto-foto yang dia kirim saya susun menjadi video berjudul “Trip to Zanzibar“.

Kemudian membuat book trailer untuk buku-buku yang saya tulis, dan buku suami yang merupakan hasil olahan disertasinya menjadi buku populer. Bahkan ada juga tutorial membuat celana hamil dari celana panjang biasa.

kenangan putra sulung kerja di Tanzania

Ketika cucu saya dari hasil diagnosa DSA, dinyatakan mengalami keterlambatan tumbuh kembang, saya buat juga video berjudul “Melatih Motorik Halus“. Rencananya saya membuat video-video tutorial lainnya, tetapi ternyata kurang telaten.

video “Melatih Motorik Halus”

Berbeda dengan teman bloger saya Andina di Blog Tulisandin, setahu saya membimbing sendiri putranya sekolah di rumah dan telaten menyusun materi serta mempunyai kategori khusus homeschooling di blognya.

Platform YouTube channel, selain saya mendapatkan banyak informasi secara cepat, juga menginspirasi membuat sendiri video untuk kemudian dipublish di platform ini.
Cara membuat akun dan publishnya juga mudah kok…Hanya perlu teliti saja pas pengambilan video awal atau dimensi foto. Kalau untuk YouTube posisi landscape/horisontal atau 16:9, yang saya masih sering lupa. Latar belakang musik juga tinggal pilih.

Gimana? Teman-teman punya pilihan kanal apa nih? Punya channel pribadi juga kah?

Also Read

Bagikan:

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

Tags

3 pemikiran pada “Belajar Praktis dan Gratis dari Platform YouTube Channel”

  1. Subscribenya udah lumayan banyak tuh mbak, tinggal dapetin 4000 jam tayang agar bisa dimonetisasi dengan Google Adsense, jadi bisa passive income untuk emak2 hehe..

    Sukses ya mbak untuk chanel Youtube mbak, sudah saya tengok, seru ya bikin konten masak-masak, tutorial semacam ini yang sering dicari orang. Sukses ya mbak !a

    Balas
  2. Aku termasuk yg jarang ngintip YouTube sekarang Bun. Hanya sesekali aja dalam bbrp bulan buka platform video ini.

    Kalau pas senggang aku paling suka liatin video-video slow living di desa gitu. Adem rasanya ehehe.

    Dulu pernah juga coba bikin beberapa video jaman anak-anak masih kecil. Tapi kalah ama kesibukan domestik jadi gak kepegang lagi.

    Kalau sekarang paling buka Youtube untuk cari resep masak atau liat review tempat wisata

    Balas
  3. Seru juga baca pengalaman Mbak Hani memanfaatkan YouTube sebagai “kelas gratis” sehari-hari. Dari belajar bikin roti sampai teknik menjahit, kelihatan banget kalau platform ini memang bisa jadi sumber belajar yang praktis.

    Aku sendiri punya akun YouTube pribadi yang fokusnya untuk edukasi lingkungan. Posting cerita-cerita tentang satwa dan tumbuhan. Lumayan, ditonton anak sendiri. Hehehe

    Balas

Tinggalkan komentar

DMCA.com Protection Status