Komunitas Postcrossing Indonesia, Komunitas Saling Berkirim Kartu Pos

hani

Komunitas Postcrossing Indonesia, Komunitas Saling Berkirim Kartu Pos

Postcrossing adalah tentang menjalin hubungan, bukan sekadar mengoleksi.

Dulu, zaman SD saya mengumpulkan perangko dan kartu pos. Ada dua album perangko yang dihasilkan dari melepas perangko dari surat, bertukar koleksi, atau membeli seri tertentu. Tapi saya belum sampai tahap menjadi seorang filatelis sih. Sedangkan kartu pos koleksi saya, hasil membeli saat bepergian ke luar kota atau luar negeri. Atau bisa juga titip ke saudara atau kenalan yang ke luar negeri. Hanya sedikit yang merupakan hasil kiriman melalui pos.
Kira-kira bulan Agustus yang lalu, mendapat informasi dari media sosial tentang adanya Komunitas Postcrossing Indonesia. Saya pun kepoin instagramnya di sini. Ternyata ada meet up pada hari Sabtu, tanggal 29 Agustus 2026, di Graha Pos, jalan Banda-Bandung.
Daftar dong… Sambil googling informasi tentang komunitas ini. Heran juga, ke mana aja saya selama ini, koq baru tahu ada komunitas saling kirim kartu pos.

album kartu pos
album kartu pos koleksi dari berbagai kota dan negara

Apa Itu Postcrossing

Postcrossing adalah proyek online yang memungkinkan anggotanya mengirim dan menerima kartu pos dari seluruh dunia. Tagline proyek ini adalah “kirim kartu pos dan terima kartu pos kembali dari orang acak di suatu tempat di dunia!” Anggotanya, juga dikenal sebagai postcrosser, yang mengirim kartu pos ke anggota lain dan menerima kartu pos kembali dari postcrosser acak lainnya.

Saya pun mendaftar melalui link IG acara meet up nasional di akhir bulan Agustus tersebut. Ada pilihan, hadir dan membeli kartu pos meet up. Saya pun memilih membeli kartu pos seharga Rp20.000,- untuk 5 lembar kartu pos.

Kalau lihat rundown acaranya, mulai pukul 11.00-14.30. Agak unik juga nih, tengah-tengah jam makan dan shalat. Mana saya kan nubie. Yawda, datang sajalah. Gimana nanti…
Ajak suami aja. Kalau kurang cocok, rencana maksi di Gudeg Banda, jalan Lombok, Bandung.

Maka, hari Sabtu, 29 Agustus 2026, saya berangkat ke jalan Banda naik feeder Metro Trans Jabar dari jalan Buah Batu. Pesan ke driver untuk turun di pojok jalan Banda, nanti jalan kaki ke Gedung Graha Pos.

Acaranya terletak di lantai 8 di Gedung B di Ruang Ms. Soeharto. Bersamaan dengan acara Meet Up ini ada acara Asian International Stamp Exhibition, yaitu pameran perangko dan kartu pos tingkat Asia.
Selain itu ada acara lomba gambar anak-anak dan berbagai stall untuk penjualan koleksi perangko serta kartu pos.

pameran perangko
pameran kartu pos
Komunitas Postcrossing Indonesia, Komunitas Saling Berkirim Kartu Pos
stall penjualan perangko baru, kartu pos, dan koleksi perangko

Saya hadir sebelum acara dimulai, sehingga menyempatkan melihat pameran kartu pos dan perangko yang diadakan di ruang berbeda. Unik juga berbagai kartu pos dan perangko dengan berbagai tema dipamerkan dengan apik.
Terdapat pula amplop surat dari zaman Hindia Belanda, tertanggal 13 Maret 1831, yang dikirim dari s-Gravenhage ke Batavia melalui kapal laut.
Sedangkan perangko bagus banget desain-desainnya sesuai tema. Tentu saja mata saya berhenti lama di perangko yang temanya arsitektur dari berbagai negara.

Setelah kontak-kontakan dengan Mbak Dinda dan menanyakan spot berkumpul, akhirnya saya berjumpa dengan teman-teman baru di komunitas postcrossing ini. Singkatannya KPI, Komunitas Postcrossing Indonesia.
Dari seorang teman baru, saya ditanya, sudah daftar web postcrossing belum?

Lah, ada ya webnya?
Saat itu juga saya mendapatkan tutorial kilat, bergabung dengan postcrossing seluruh dunia melalui web https://www.postcrossing.com/
Saya pun diarahkan untuk klik “SEND A POSTCARD” dan saat itu juga saya mendapatkan tampilan “About” dari seseorang nun di seberang benua, di Jerman.

teman postcrosser

Sebagai postcrosser nubie, waktu itu saya diperbolehkan mengirim 2(dua) kartu pos ke stranger. Satu lagi, seseorang di Switzerland, bernama Diane.

Skip dulu.
Nanti deh, dipertimbangkan saya mau mengirim kartu pos apa?
Pikiran saya pun galau, karena belum siap mengirim kartu pos yang representatif, yang mewakili kota atau negara saya dan engga itu-itu lagi.

Saya mau explore saja dulu. Meet up ini ngapain aja?

Tentang Postcrosser Meet Up

Oleh MC, para peserta meet up dipersilakan naik ke panggung, duduk melingkar, dan memperkenalkan diri masing-masing. Waktu itu tak banyak, kira-kira 20-an peserta.
Ternyata peserta baru bukan cuma saya, ada juga beberapa peserta baru lainnya.
Ada yang dari Jakarta, bahkan Bali, menyempatkan hadir.
Oh, se-excited ini ya, ikut acara meet up Komunitas Postcrossing Indonesia. Apalagi kali ini meet up skala nasional.

kartu pos yang saya peroleh saat meet up

Tengok kanan-kiri, di kiri saya, seorang gadis yang sudah siap dengan album postcard koleksinya. Saya pun kepo, di mana dia beli album seperti itu?
Album kartu pos milik saya sudah penuh dan modelnya berbeda. Betul-betul seperti album foto. Sedangkan model masa kini, berupa kantong-kantong cukup untuk 2 kartu pos bolak-balik.

Sedangkan di kanan saya, peserta lain, sibuk mencap kartu pos miliknya dengan cap nama pribadi dan cap-cap milik peserta lain.
Lah, saya belum punya nih cap kayak gini.
Lagi-lagi pertanyaan, belinya di mana?

Sebetulnya acara meet up ini dilanjutkan di ruangan berbeda di lantai bawah. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 12 lebih.
Kayaknya saya lapar, izin pulang duluan, lalu jalan kaki ke Gudeg Banda bareng suami, sebelum dia manyun…

Sore hari, saya izin ke Mbak Dinda untuk dimasukkan ke grup WA KPI Bandung, untuk tahu lebih banyak tentang komunitas postcrossing ini.

meet up nasional
meet up komunitas postcrossing indonesia skala nasional

World Postcard Day

Sebulan berlalu, saya mendapat notifikasi email dari postcrossing.com.

Waduh, ternyata serius…
Saya tuh kayak ditagih janji atau diingatkan belum mengumpulkan tugas…

Bersamaan dengan email tersebut, di WA grup KPI ada ajakan untuk Mini Meet Up, Sabtu, tanggal 26 September 2026, acaranya bincang-bincang dan tanda tangan World Postcard Day. Saya baru tahu saat itu, ada Wold Postcard Day jatuh tanggal 1 Oktober.

undangan meet up
undangan meet up

Datanglah saya untuk lebih mengenal teman-teman baru.
Engga salah kata anak saya, “Sirkel pertemanan Ibu sekarang banyak…”

Setelah sirkel pertemanan penulis, tambah lagi komunitas kartu pos. Penasaran saja akhir-akhir ini, cuek aja, datang ke acara yang kira-kira ngobrolnya nyambung.

Datang ke tempat-tempat baru seperti ini bermanfaat juga buat teman-teman yang mendirikan Home Education Centre. Melalui sistem Sekolah Blended Learning, akan membuka wawasan peserta didik belajar sesuatu yang baru.

Pada meet up kali ini saya lebih siap. Melalui anak saya, diprintkan beberapa kartu pos, yang ilustrasinya dari Chinese Painting di rumah.

Kira-kira sepuluh tahun yang lalu, saya pernah ikut kursus melukis Chinese Painting di dekat kampus.
Jadi selepas mengajar, saya mampir ke sanggar, belajar melukis dari Lao Tse, sebutan untuk guru. Lukisan-lukisan tersebut tergantung di beberapa ruangan di rumah. Dipikir-pikir, ini ajalah yang dicetak jadi kartu pos.

Hari itu banyak yang saya baru tahu, tentang komunitas, tentang aturan main dunia postcrossing. Mempelajari About dari teman-teman postcrosser yang ada di website. Tema-tema kartu pos yang mereka inginkan atau tidak inginkan.
Termasuk di mana mencetak kartu pos, biaya perangko, Phila Corner yang ada di Gedung Graha Pos, tempat penjualan perangko, tentang cap, dan lain-lain.

perangko
biaya perangko ke luar negeri

Namanya juga mini meet up, jadi menjelang lohor, kami sudah say good bye untuk janji temu lagi di tanggal 1 Oktober 2026, di tempat sama.

mini meet up
mini meet up

Rencananya di hari tersebut kami akan mengirim post card ke siapa saja, supaya mendapatkan cap pos tanggal 1 Oktober.
Berhubung tanggal 1 Oktober, hari Kamis, hanya beberapa yang bisa hadir. Lagi-lagi saya berkenalan dengan teman berbeda, ada markom dari PT Pos Id, ada pensiunan, ada seorang ibu pehobi pembuat patchwork quilt yang harganya udah jutaan.

Di tanggal 1 Oktober itu, bertepatan dengan World Postcard Day, saya diberi kesempatan mengirim 5 (lima) postcard ke berbagai negara.
Saya pun menambahkan 3 nama, selain 2 sebelumnya yang sempat dikasih warning, koq belum dikirim…

Sebelum pulang, saya menyempatkan mampir ke Kantor Pos di Graha Pos dan mengirim 5 kartu pos yang sudah saya siapkan dari rumah. Perangkonya saya beli sebelumnya di Phila Corner.

meet up world postcard day
meet up world postcard day

Penutup

Itulan pengalaman saya sebagai peserta pemula gabung ke Komunitas Postcrossing Indonesia. Baru tahu ada komunitas Facebooknya, yang harus menyertakan nama akun saya di web postcrossing.

send postcard
bukti mengirim 5 kartu pos

Seru banget ini. Kartu pos yang saya kirim ke teman saat mini meet up pun sudah sampai ke rumah mereka. Dan saya pun sudah menerima juga kartu pos dari mereka.

bukti kartu pos terkirim
Bukti kartu pos sudah terkirim. Kartu pos atas, lukisan chinese painting Hani Widiatmoko

Rencana saya akan ubek-ubek lukisan lama yang belum sempat diframe dan dicetak kartu pos lagi. Ternyata engga mahal bikin kartu pos sendiri, selembar A3 isi 8 kartu pos, kira-kira 20ribuan. Dibanding beli kartu pos yang unik di toko buku khusus atau gallery, antara Rp15-20 ribuan per lembar.

Oh ya, untuk saling berkirim kartu pos ini tema kartu pos bebas. Sementara koleksi saya selama ini ya kartu pos tentang kota-kota yang saya kunjungi. Fotonya pastinya bangunan atau landmark setempat, kan…

Serunya lagi, algoritma medsos saya isinya postcrossing dan stamp hunting.
Baru saja Sabtu kemarin saya ikut lagi mini meet up perkartupos-an, temanya workshop membuat/menggambari sendiri kartu pos. Ternyata ada lagi website berbeda saling berkirim kartu pos, di Cardzilla.
Next ya, saya cerita tentang workshop seru ini…

Also Read

Bagikan:

hani

Halo, saya Tri Wahyu Handayani (Hani), tinggal di Bandung. Pemerhati arsitektur dan pelestarian bangunan, main piano, menjahit, dan jalan-jalan. Kontak ke bee.hani@gmail.com

Tags

Tinggalkan komentar

DMCA.com Protection Status