Lompat ke konten

Wisata Toraja Terbaru Berwisata Sambil Belajar Kearifan Lokal

Wisata Toraja Terbaru Berwisata Sambil Belajar Kearifan Lokal

Daftar wisata Toraja terbaru bisa menjadi pertimbangan teman-teman yang ingin berwisata ke Sulawesi Selatan. Seperti kita ketahui, pemerintah Indonesia menjadikan pariwisata sebagai primadona menghasilkan devisa negara.
Tana Toraja adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, memiliki luas wilayah 2.054,30 km² dan pada tahun 2021 memiliki penduduk sebanyak 270.489 jiwa.

Toraja terletak di kawasan pegunungan berjarak sekitar 300 km dari kota Makassar yang bisa ditempuh kurang lebih 8 jam perjalanan darat melalui perbukitan. Bisa juga ditempuh dengan pesawat kurang lebih 30 menit dari bandara Sultan Hasanuddin Makasar.
Toraja terkenal dengan objek wisata alam dan adat budaya yang tetap dipertahankan selama bertahun-tahun. Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan tetap mempertahankan gaya hidup Austronesia yang mirip dengan budaya suku Nias di Provinsi Sumatera Utara.

Wisata Adat Budaya Tana Toraja

Bagi saya, mendengar kata Toraja adalah membayangkan bentuk bangunan adat yang khas dengan bentuk atapnya yang menjulang melengkung seperti perahu. Bangunan khas tersebut bernama Banua Tongkonan, merupakan tempat tinggal penguasa adat sebagai tempat berkumpul. Sebagian besar warga Toraja memeluk agama Kristen, tetapi adat dan budaya masih mempertahankan kepercayaan Aluk Todolo.

Kete Kesu

Kete Kesu merupakan desa wisata yang terkenal sebagai ikon Tana Toraja, terletak di Jl. Ke’te’ Kesu’, Kampung Bunoran, Kelurahan Panta’rukan Lolo, Kecamatan Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Wisata adat Kete Kesu berhasil meraih “kampung adat terpopuler” ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017. Destinasi ini disebut juga sebagai Traditional Village Megalith atau Desa Tradisional Era Megalitikum.

Begitu memasuki area Kete Kesu kita akan disuguhi dengan deretan rumah adat Tongkonan, yang terbuat dari kayu utuh dan bambu. Rumah adat ini ada yang usianya sudah ratusan tahun dengan bentuk atapnya menyerupai perahu sebagai pengingat kendaraan leluhur.

Museum Ne’ Gandeng

Ne’ Gandeng adalah leluhur atau tetua yang sangat dihormati oleh masyarakat Tana Toraja. Konon Ne’ Gandeng rela menjual kerbaunya agar listrik masuk ke Tana Toraja. Ne’ Gandeng wafat pada 3 Agustus 1994 dan pemakamannya dilakukan secara lengkap.
Tempat pelaksanaan prosesi pemakaman Ne’ Gandeng inilah yang menjadi Museum Ne’ Gandeng.

Wisata Londa Tana Toraja

Berwisata ke Tana Toraja tak puas bila kita tidak belajar juga kearifan lokal daerah setempat, bukan?
Londa merupakan sebuah kompleks kuburan yang ada di sebuah tebing batu besar. Memasuki terasa nuansa gaib, karena banyak gua dengan lubang pada tebing yang dipahat sebagai tempat untuk menyimpan peti jenazah. Bagi keluarga bangsawan, sebagai penanda akan dibuatkan tau-tau atau semacam boneka yang mencerminkan sosok yang meninggal tersebut
Letaknya Londa di kawasan pegunungan berhawa sejak dan menjadi salah satu wisata wajib yang harus dikunjungi.

Pohon Tarra

Pohon Tarra sebetulnya juga merupakan sebuah pemakaman. Hanya saja makam ini diperuntukkan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan dan belum memiliki gigi.
Usia pohon ini sudah ratusan tahun, tinggi bervariasi mulai dari 80 cm hingga 100 cm.
Cara memakamkam jasad bayi adalah dengan melubangi pohon dan meletakkan bayi di lubang tersebut. Lubang pohon dihadapkan ke rumah orang tua sebagai tanda penghormatan.

Kompleks Megalit Kalimbuang Bori

Kompleks Megalit Kalimbuang Bori
Kompleks Megalit Kalimbuang Bori

Salah satu bentuk hormat masyarakat Tana Toraja kepada para leluhurnya adalah bangunan batu-batu megalitikum ini. Tatanan batu yang megah ini didirikan untuk menghormati para tetua atau bangsawan yang sudah meninggal ratusan tahun lalu. Batu-batu yang ini di sini juga telah berusia ratusan tahun. Ukuran dan teknik pembuatannya berbeda-beda, tergantung dari status sosial pemiliknya.

Wisata Batutumonga

Wisata Batutumonga merupakan tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan. Sebab, desa ini memiliki pemandangan alam yang masih begitu terjaga. Pengunjung bisa melihat adanya Kota Rantepao dari ketinggian mencapai 1300 M diatas permukaan laut. 

Kampung Lolai

Kampung Lolai juga menyandang predikat sebagai negeri di atas awan, tempat bisa melihat gulungan awan di depan mata, serasa berada di atas kahyangan. Kita bisa berkemah di sini sambil menikmati pemandangan dan menikmati saat matahari terbenam.

Wisata Toraja Toraja Terbaru

Selain wisata adat dan budaya yang menjadi ciri kearifan lokal masyarakat di Tana Toraja, dijumpai juga beberapa wisata Toraja terbaru. Objek wisata tersebut ada yang merupakan wisata buatan atau temuan objek wisata alam baru di Toraja.

Patung Yesus Buntu Burake

Tempat wisata menakjubkan selanjutnya yang bisa kita kunjungi adalah Patung Yesus Buntu Burake. Patung ini menjadi salah satu ikon wisata Tana Toraja dan sangat digandrungi oleh para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Patung dengan tinggi 40 meter dan terletak pada ketinggian 1.700 di atas permukaan laut ini diyakini sebagai patung tertinggi di dunia.

Gumuk Pasir Sumalu

Objek wisata tergolong baru yang ada di Sumalu, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara. Awalnya tempat ini lebih dikenal dengan nama Bukit Pa’buyan.
Keindahan dari gundukan pasir ini adalah warna pasir yang gelap dan eksotik. Pemandangan yang ditawarkan Gumuk Pasir Sumalu adalah hamparan perbukitan pasir yang memuncak dan melandai dengan ketinggian acak. 

Mata Air Tilanga

Wisata selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah Mata Air Tilanga. Tempat ini berada di tengah kawasan hutan lindung dengan mata air yang berasal dari pegunungan, sehingga sangat bersih dan menyegarkan. Kita bisa berenang atau melompat dari tebing-tebing di sekitarnya.

Air Terjun Kalean

Bagi teman-teman yang suka dengan air terjun, Tana Toraja juga memiliki beberapa objek wisata berupa air terjun, salah satunya adalah Air Terjun Kalean. Air terjun yang terletak di Desa Kalean ini masih terjaga keasriannya. Air yang mengalir di sini juga masih terlihat jernih dan bersih.
Keunikan dari air terjun ini yang selalu menyita perhatian wisatawan adalah memiliki tujuh tingkatan dengan tinggi yang berbeda-beda dengan batu besar di tiap tingkatnya. Kita bisa bermain air atau berenang sembari menikmati sajian pemandangan alam yang menakjubkan.

Danau Limbong

Danau Limbong adalah salah satu wisata alam berupa danau dengan air berwana hijau. Danau ini membentang luas dengan dikelilingi bukit-bukit hijau yang eksotik dan menarik untuk dinikmati. Udara di sini juga sangat segar. Selain menikmati pemandangan danau yang indah, kita juga akan menemukan berbagai jenis flora dan fauna yang semakin menambah asri suasana.

Penutup

Sejalan dengan geliat wisata Toraja terbaru maka fasilitas pariwisata pun turut berkembang. Teman-teman tak perlu ragu untuk memesan hotel-hotel melalui marketplace terpercaya. Bisa juga kita menginap di homestay dengan harga lebih terjangkau yang ada di kota Rantepao, ibu kota Kabupaten Toraja Utara, yang dikenal juga sebagai pusat budaya suku Toraja.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
https://www.libur.co/tempat-wisata-tana-toraja
https://travelspromo.com/htm-wisata/kete-kesu-toraja/

1 tanggapan pada “Wisata Toraja Terbaru Berwisata Sambil Belajar Kearifan Lokal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status