Lompat ke konten

menikah

Kisah Kebaya Pengantin

Kisah ini publish pertama kali 1 Juni 2014, hari pernikahan putri saya. Besok adalah anniversary mereka ke 4 tahun. Semoga selalu menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Seperti halnya doa ibu saya dulu untuk pernikahan kami.

Dua potong kain itu dibeli ibunya di Jerman, ketika ayahnya bertugas di sana. Ibunya memperlihatkan kain itu, dua potong kain berkilau keemasan. Salah satunya berwarna indah, biru turkis kehijauan bersulam bunga krisan emas.
Entah apa nama kain ini.
Dia yang gemar menjahit dan sering memperhatikan tekstur kain, tak kenal dengan jenis kain ini. Dia hanya tahu kain katun, sutra, voile atau sering disebut paris dan jorjet (georgette). Bahan kaos atau yang mewah sejenis brokat serta tulle atau taffeta. Tapi dia tak kenal akan kain yang diperlihatkan oleh ibunya.
Jadi ingat gurauan anak kos, waktu dirinya masih kos di Bandung. Bila melihat artis di TV memakai kain berkilauan, maka Lella, salah seorang putri induk semangnya berkata, itu 90% katun dan 10% kaca.
Mana ada kain berbahan kaca?

Selengkapnya »Kisah Kebaya Pengantin

DMCA.com Protection Status