Lompat ke konten

Cara Mengatasi Redirection 301 dan 302 di WordPress

Memahami Redirection 301 dan 302 Pada Platform WordPress

Cara mengatasi redirection 301 dan 302 adalah pekerjaan rumah yang tidak selesai-selesai ketika saya mulai mengaudit blog pribadi di WordPress.
Audit blog adalah ibaratnya kita mengaudi keuangan sebuah perusahaan, kan dicek satu persatu uang yang masuk dan uang keluar. Kemudian ditelusuri dipergunakan apa saja.
Begitu pula dengan audit blog, adakalanya terdapat link-link error not found yang sering dinamakan 404, menuju link lain ke luar dari blog. Bahkan bisa saja terjadi, ternyata artikel kita yang 404 dari blog lain.
Nah, parameter audit blog tersebut bisa ditelisik dari software namanya Scream Frog yang saya pelajari dari kelasnya mas Irwin.

Apa itu Redirection

Redirection dalam bahasa Inggris artinya pengalihan. Misalnya kita melakukan perjalanan akan menuju suatu tempat ternyata lalu lintasnya dialihkan, maka harus menempuh rute yang berbeda. Memang tetap sampai ke tempat tujuan, tetapi tentunya memerlukan waktu lebih lama.

Analoginya dalam dunia internet redirect bila kita meng-klik sebuah tautan (link), ternyata dialihkan dulu ke link lain, barulah nanti ke link yang kita tuju.
Nah, bila kita mencek blog kita dengan software Screaming Frog, ada penjelasan Redirection (3xx) di kotak bagian kanan.
Di kotak bagian kiri tertera ada 2 macam redirection (3xx) tersebut, yaitu redirection 301 dan redirection 302.

Redirection 301

Redirect 301 adalah melakukan redirect secara permanen oleh karena itu mesin pencari nantinya akan menghapus link awal dan diganti dengan link yang baru yang ada pada database pencarian.

Redirection 302

Sedangkan redirect 302 adalah pengalihannya hanya sementara waktu, oleh karena itu robot perayap dari suatu mesin pencari nantinya tidak akan menghapus link yang akan di redirect.

Langkah Mengatasi Redirection 301

Setelah mencek dengan Screaming Frog, terlihat di blog saya banyak sekali link-link pengalihan permanen (redirection 301) yang membuat blog dianggap tidak sehat.
Menelisik latar belakang kenapa banyak sekali tautan pengalihan 301 tersebut saya jadi ingat sebab-musababnya.

Menghilangkan bulan dan tahun pada url artikel

Pada pengaturan link artikel di platform WordPress kita bisa mengaturnya apakah akan ada penanggalan berupa bulan dan tahun atau meniadakannya sama sekali.
Ketika awal saya membuat blog haniwidiatmoko.com ini, link artikelnya lengkap dengan bulan dan tahun.
Kemudian saya membaca, bahwa url artikel yang disukai mesin pencari adalah yang pendek, artinya bisa tanpa penanda bulan-tahun tersebut. Selain itu dengan menghilangkan bulan-tahun, artikel saya terkesan tak lekang oleh waktu.

Oleh sebab itu, saya kemudian mengubah di Pengaturan –> Umum

Menghilangkan www pada url domain

Tahun lalu saya berbuat ‘ulah’ lagi, yaitu menghilangkan www pada url domain. Sehingga domain saya sekarang memang lebih pendek, hanya https://haniwidiatmoko.com/ saja.

Kedua langkah ‘ceroboh’ saya tersebut membuat artikel-artikel saya mengalami redirection berkali-kali terutama pada artikel lama.

inlinks dan outlinks
links dari anchor text yang redirect kemana-mana

Masalah menjadi melebar dan berputar-putar bila di dalam artikel saya juga menyertakan internal link. Visualisasinya seperti infografis berikut ini:

Contoh langkah perbaikan Redirection 301:

Inlinks:
A: From –> https://haniwidiatmoko.com/kusta-di-indonesia-suara-untuk-kusta/
B: To –> https://www.haniwidiatmoko.com/pulih-masalah-kesehatan-mental/
Anchor Text –> IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis)

Outlinks:
C: From –> https://www.haniwidiatmoko.com/pulih-masalah-kesehatan-mental/
D: To –> https://haniwidiatmoko.com/pulih-masalah-kesehatan-mental/

Cara Mengatasi Redirection 301:
Cek anchor text di Inlinks, From di url A, yaitu: IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) highlight anchor textnya, kemudian perbaiki Outlinks-nya langsung url D.

Nah, lakukan pada semua redirection 301 lainnya sampai beres.

perbaikan redirection
perbaiki redirection dari anchor text/ kata kunci mengarah langsung ke link yang baru

Tautan gambar error

Demi menghemat kuota hosting, foto dan grafis blog saya ditautkan ke pihak ketiga (third party). Waktu itu saya menautkannya ke Photobucket, sebuah website penyimpanan foto dari Amerika. Belakangan di tahun 2019, Photobucket menghentikan fasilitas gratisnya dan ada biaya langganan sebesar $29.99 per tahun.
Akibatnya foto-foto di blog saya yang awalnya nge-link ke Photobucket menjadi pudar dan berwatermark ‘Photobucket’.

Pe-er lagi deh, saya harus mengganti foto-foto, terutama feature image di artikel-artikel yang bermasalah.

Manfaat Site Audit Melalui Screaming Frog

Screaming Frog SEO Spider walaupun namanya kodok berteriak, ternyata memang akan menelusuri blog atau website kita ibarat jaring laba-laba (spider).
Hal-hal lain yang kalian bisa jumpai dengan soft ware ini adalah:

Client Error (4xx)

Kode 404 not found adalah sebuah indikator error yang muncul pada website. Hal ini biasanya terjadi ketika file atau halaman yang diakses tidak dapat ditemukan. Pada umumnya, ada banyak jenis kode error yang dimunculkan di laman website ketika proses HTTP menemukan ketidaksesuaian.
Cara memperbaikinya, kalau untuk platform WordPress kita tinggal unlink saja url 404.
Karena yang bermasalah adalah link di luar blog kita. Ya solusinya kita putus hubungan saja dengan link yang error tersebut.

Panjang Judul

Keunikan di Screaming Frog tersebut bisa diketahui panjang judul sebuah artikel. Seperti kita ketahui untuk artikel yang memerhatikan kaidah SEO, panjang judul yang dianjurkan jangan lebih dari 60 karakter atau 554 pixel.

Images

Teman-teman sudah tahu kan ya, kalau image sebaiknya tidak lebih dari 100 Kb dan gambar harus diberi keterangan Alt Text. Nah, melalui Screaming Frog ketahuan tuh berapa gambar yang lebih dari 100 Kb dan berapa gambar yang tidak diberi Alt Text.
Tinggal di klik di link yang bermasalah, nanti ketahuan gambar dari artikel yang mana.

Penutup

Melakukan site audit di blog perlu ketelitian dan kesabaran untuk menelusuri satu demi satu parameter 3xx dan cara mengatasi redirection 301 dan 302, yang ada di tampilan kotak kanan. Istilahnya, metani, seperti mencari kutu. Hehe…

Di sisi lain karena sebagai blogger kita akan update blog terus, link-link yang harus dicek dan kemungkinan dirapikan redirectionnya, akan selalu ada.
Ibaratnya kita kalau mau sehat kan harus makan gizi seimbang, rajin olahraga, dan cukup istirahat.

Memanfaatkan Screaming Frog untuk site audit sangat membantu saya mengevaluasi blog secara menyeluruh. Manfaatnya ternyata sangat signifikan, karena pageview (PV) meningkat jumlahnya ketika dicek di Google Analytic.

Semoga bermanfaat.

37 tanggapan pada “Cara Mengatasi Redirection 301 dan 302 di WordPress”

  1. MasayAllah, lengkap dan runtut sekali penjelasannya tentang redirect. Bisa dijadikan referensi nih manakala menghadapi situasi redirect.
    TFS ya… Aku noticed ya alamat blognya…

  2. Wah, enggak mau banget pasti jika ke tujuan mesti menempuh rute yang berbeda yang meski bakal sampai ke tempat tujuan, tetapi memerlukan waktu lebih lama. Perlu banget kalau gitu ya atasi redirection 301 dan 302 ini. Caranya pun ada seperti dijelaskan dengan detil oleh Mba Hani. Terima kasih:)

  3. Membenahi masalah redirect ini memang kudu sabar si, sempat pengen menyerah liat masalahnya banyak tapi kalau gak dipaksa ya bakal jadi penyakit blog :”)

  4. Sangat perlu melakukan pengecekan kondisi blog dan melakukan perbaikan redirec 301 dan 302 ini, semua demi kesehatan blog. Hanya dengan ngecek melalui screaming frog permasalahannya langsung terlihat. Efisien banget.

  5. Redirect 301 dari link Mbak Hani di blog saya ada hampir 50, wakakakak. Ini gara2 dulu kalau ada komen pakek URL saya approve semua, jadi pas begitu Mbak hani pindah ke https semuanya jadi 301, wekekekeke. Ngakak so hard saya. Ya namanya belajar. 2 hari ini baru tidur 3 jam gara2 kebut-kebutan.

  6. Masalah pengalihan link ini ternyata mempengaruhi kesehatan blog ya mbak, jadi harus segera diperbaiki. Syukurlah sekarang sudah tau cara melihat erorrnya lewat Screaming frog.

  7. Wah, iya. Kayak cari kutu, ya, Bu. Biar nggak beranak pinak link-link nggak sehat. Sama kayak tubuh harus juga dijaga kesehatannya. Saya juga ngerasa, lo, Bu. Traffic meningkat dan tawaran job mendarat. Apakah ini gegara kebaikan di Kodok Ijo? 😀

  8. Kalau wordpress asiknya gitu, permalinknya tanpa tahun dan bulan. Beda dengan blogspot. Jadinya kalau redirect beda tahun nah bikin deg-degan

  9. Ilmu yang bermanfaat banget nih untuk kita-kita, para blogger. Terkadang sering nemuin kejadian seperti ini. Setidaknya dengan membaca ini kita jadi gak panik kalau mengalami hal serupa.

  10. Lho aku baru tau 404 itu solusinya unlink saja ..baeklahhh akan ku ingat mbak Han, ..btw seru juga pakai tools kodok berteriak nya jadi kita bisa tau ya link yang error mana saja

  11. wah berguna banget nih mba tipsnya buat mengatasi redirection di blog yang seringkali terjadi ya, aku keep ah postingannya

  12. Jujur aku penasaran dengan lagnkah-langkahnya mbak. Boleh request versi yutubnya dong mbak, biar lebih mudeng. Aku tipe yang belajarnya lola, sisi lain ingin ikut belajar pula

  13. Aku pun pas baru pertama kali membuat blog WP (lagi), aku ditanya, “Mau dihilangkan bulan dan tanggalnya?”
    Aku gak tau alasannya, aku iya-in nya.. Tapi ternyata ada manfaatnya yaa.. Linknya jadi pendek.
    Dan kini tugas berikutnya adalah sering-sering cek kesehatan menggunakan Site Audit Melalui Screaming Frog.

  14. Salut Mbak untuk semangat pembelajaran yang sangat tingginya. Senang pastinya bisa memecahkan sebuah masalah dan solusinya kini jadi kunci.
    Saya ikut belajar menyerap ilmunya juga nih ya

  15. Saya belum nih audit blog. Agak puyeng soalnya liat hasilnya, hehe … Ternyata error 301 ama 302 bisa diperbaiki ya, sering nemu Pas BW ke wordpress kenapa ya keterangannya error 301,302, kadang 404.

  16. nah saya juga pernah nih bikin redirect blog karena blog saya awalnya gratisan lalu pakai domain. untung aja ikut komunitas blogger jadi banyak ilmu baru seperti ini yang bisa diterapkan

  17. Demi performa blog yang mantul wajib banget membenahi redirect-an ini.. pusing di awal namun bersenang2 kemudian kan mba Han hehe… jadi udah 0 belom ni mba Han ? 🙂

  18. Aku nih belum bersih dari kode 301 dan 302 dalam blog. Waktu rajin iya aku benahin, ternyata sekali berbenah sejam lebih sendiri. Ck ck. Memang harus rajin dan spare waktu demi blog sehat ya, Bu

  19. Tadinya mengira brokenlink aja yang perlu diperbaiki ternyata redirect juga bisa menimbulkan masalah ya. Penanganannya juga berbeda ya Mbak, sesuai dengan platform yg digunakan. Saya pake BP jadi cara atasinya ya cuma bisa manual gitu

  20. Wah makasih mba Hani, jadinya ntar aku kalau uda punya WP uda ada referensinya niih.
    Btw perbaikan error nya ini butuh kesabaran ekstra banget yaa 🙂

  21. Terima kasih banyak ilmunya, bunda Hani🙏Websiteku pernah 1x keluar kode 404 gara-gara aku simpen artikel pribadi. Tapi pas diklik gak keluar isi artikelnya, malah keluar 404. Setelah settingan kuganti publik, ga keluar 404-nya. Itu gak papa bunda?

  22. Caranya berbeda ya dengan di blogpost, namanya juga beda platform. Nah sukanya di WP karena kita bisa atur permalink tanpa menyertakan tanggal dan tahun bahkan tanpa perlu pake www juga. Jadi link kita juga bisa lebih ringkas gitu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status