Lompat ke konten

Karya Seni di NFT Marketplace Tingkatkan Aset Digitalmu

Tawarkan Karya Seni di NFT Marketplace Untuk Meningkatkan Aset Digitalmu

Menawarkan karya seni di NFT Marketplace makin marak akhir-akhir ini setelah Syahrini terjun juga ke dunia aset kripto dengan menjual 18ribu NFT. Koleksi NFT yang diberi nama ‘Metaverse Tour’ ini dijual di marketplace milik exchanger kripto terbesar di dunia, Binance.
NFT ini dikelompokkan menjadi berbagai kategori berdasarkan jumlahnya, seperti #Huss-Huss-Sanah sebanyak 3.240 NFT, #MajuMundurCantik 1.380 NFT, dan yang paling sedikit #CetarMembahana 5 NFT.

avatar syahrini
avatar syahrini ‘sold out’

Apa itu NFT Marketplace

Buat teman-teman yang masih bingung dengan istilah NFT, adalah singkatan dari non-fungible token, artinya token yang tidak dapat dipertukarkan.

Pengertian token dalam dunia aset kripto adalah aset digital yang diterbitkan oleh suatu project, yang bisa digunakan untuk pembayaran agar bisa menikmati layanan yang disediakan oleh project tersebut.

Token umumnya di-hosting di blockchain lain seperti Ethereum atau Waves. Token juga biasanya bertujuan sebagai alat tukar untuk menjalankan sebuah layanan dari project yang menyediakan token. Token juga bisa berfungsi sebagai aset digital hingga mempresentasikan suatu kepemilikan.

Sedangkan NFT adalah aset digital yang tercatat pada blockchain, pondasi mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan Binance Coin. Beda dari mata uang kripto, NFT hanya bisa dicetak satu kali yang membuatnya pasti berbeda satu dengan yang lain, tak bisa diduplikasi, atau dibeli parsial.

NFT dapat digunakan untuk mengkomodifikasikan karya digital seperti seni digital, foto, meme, benda pada permainan video, berkas musik, bahkan cuitan Twitter. Pentingnya lagi item-item tersebut berupa produk yang langka dan mencuri perhatian banyak orang.
Karya seni digital ini kemudian diunggah sebagai berkas ke pasar lelang dan dicatat sebagai NFT di buku besar digital (blockchain). Oh iya, masih ingat kan ya di artikel sebelumnya, blockchain merupakan buku besar yang berisi data setiap transaksi. Kita bisa mengakses platform ini meski tidak melakukan transaksi virtual.

NFT juga bisa berbentuk produk lain seperti yang dilakukan oleh New York Times dan Quartz sebagai perusahaan media yang menjual konten artikel mereka ke dalam bentuk NFT.

Sedangkan NFT marketplace adalah platform tempat NFT ditampilkan dan diperjualbelikan. Artinya NFT marketplace adalah pasar atau situs NFT yang bekerja layaknya Amazon atau eBay untuk menjual maupun membeli berbagai barang, namun berfokus pada produk NFT.
NFT marketplace memungkinkan kolektor digital untuk melakukan jual beli dan membuat token NFT mereka sendiri untuk merepresentasikan kepemilikan atas aset atau item unik, baik yang berwujud (fisik) atau tidak berwujud (digital).

Cara Membuat Karya Seni, Jual, dan Beli NFT

Tertarik juga untuk mendapatkan cuan dan meramaikan pasar NFT seperti halnya Syahrini?
Siapa saja bisa menjadikan karya seninya menjadi item NFT dan dijual agar dapat cuan dalam bentuk aset kripto.
NFT marketplace ada beberapa pilihan seperti OpenSea, Rarible atau lainnya. Untuk platform lokal, ada TokoMall yang dikelola oleh Tokocrypto, Paras Digital dan kolektibel.com.

Berikut cara membuat akun NFT di TokoMall:

1 – Siapkan karya seni yang ingin dijadikan NFT

Kamu harus siapkan karya seni, bisa berupa foto, lukisan digital, animasi, lagu, video atau lainnya yang ingin dijadikan NFT. Pastikan merupakan hasil karya aslimu, sehingga tidak ada gugatan hak cipta di masa yang akan datang.

2 – Pilih marketplace di mana kamu jual NFT

Kamu harus memutuskan marketplace dan blockchain mana yang ingin kamu gunakan untuk menjual NFT. Ethereum saat ini adalah layanan blockchain terkemuka untuk penerbitan NFT.
Untuk kategori lokal bisa meluncur ke website TokoMall dan memilih lima pilihan TKO, yaitu:

  • Toko Surprise
  • TKO Original
  • TKO Kreatif
  • TKO Gaya Hidup
  • TKO Bintang
TKO Gaya Hidup di TokoMall
contoh karya digital dalam bentuk NFT di TokoMall

3 – Membuat dompet digital

Untuk memudahkan kalian bertransaksi nantinya, para pelaku NFT memang harus mempunyai akun dompet digital kripto, misalnya di WalletConnect atau Metamask. Dompet digital ini nantinya berfungsi untuk menyimpan hasil item NFT yang kalian buat.

4 – Upload item NFT

Selanjutnya kamu akan dibawa ke halaman pembuatan item NFT. Di halaman ini, kamu bisa mengunggah file NFT, memberi nama dan menambahkan deskripsi. Ukuran file maksimum yang didukung adalah 100MB, tetapi disarankan untuk menyimpannya di bawah 40MB untuk waktu pemuatan yang lebih cepat.

5 – Pilih blockchain NFT

Kamu bisa membuat deksripsi terkait item NFT kamu, mulai dari mengatur konten agar bisa dilihat semua orang dan memberi tahu pengguna lain bahwa karya kamu mengandung unsur sensitif. Setelahnya, kamu dapat memilih blockchain mana yang ingin digunakan untuk mencetak NFT. Saat ini yang paling populer adalah Ethereum. Kamu bisa langsung klik “Create” untuk melakukan minting, yaitu istilah men-token-isasi hasil karya ke blockchain.

Penutup

TokoMall adalah pelopor pasar NFT di Indonesia yang memberikan konsep unik dengan menjembatani dunia digital dengan realita.
Sebagai NFT marketplace lokal diharapkan bisa memberdayakan para pelaku seni di Indonesia untuk mengeksplor potensi mereka di dunia digital. Bukan itu saja, TokoMall bisa menjadi wadah berbagai jenama, kreator atau kolektor lokal untuk meluncurkan kreasi mereka ke panggung dunia.

Nah, gimana teman-teman, menarik ya NFT ini. Yuk, mulai berkreasi dan dapatkan cuan dari aset digitalmu.

Semoga bermanfaat.

Catatan: Image Nagagini & Bima by Damn! I Love Indonesia #1, milik NFT Marketplace

13 tanggapan pada “Karya Seni di NFT Marketplace Tingkatkan Aset Digitalmu”

  1. Berarti kita bisa juga ya kak jual “twit’ karya pikira kita sendiri di sini? Asik jadinya ya. Biar bisa menghasilkan dan pastinya ngga asal comot terus dijadiin buku. Kalau dipasarkan di NFT gini kan kita yang berkarya kita yang dapet cuan ya

  2. Rizky Kurnia Rahman

    Membaca di atas, makin membuat saya jadi bingung, hehe…
    Dunia yang masih asing dengan saya sendiri. Tapi, yah, tulisan di atas bisa menambah pengetahuan saya juga, lah.

  3. Keren ya, ternyata syahrini sudah terjun juga menawarkan karya seninya ke pasar NFT.
    Dan saya baru tahu kalau sudah marketplacenya juga di Indonesia.

    Membaca ini, saya jadi ingat saat sulung saya usia 4 tahun dan lagi senang-senangnya menggambar dan mewarnai. Saat itu dia bilang mau jual hasil lukisannya. Malah saya ketawain dalam hati. Dan kini, bisa dong menjual karya lukisan gitu di pasar NFT

  4. Sekali baca NFT langsung inget ke Mark Zuckerberg dan Syahrini. Kabarnya sukses juga menjual hijab Syahrini di sana. Keren dia. Memanfaatkan hal yang sedang update untuk bisnisnya. Aset digital semakin diperhitungkan.

  5. Hmm menjual karya seni ya? Ini apa beda dengan beberapa marketplace foto seperti Unsplash, Pexels atau Freepik Bu Hani? Soalnya platform-platform ini selain menyediakan free image kan juga ada yang premium.

    Nah dari sisi sang kreatornya, karya yang mereka unggah ke platform itu kan bisa dibilang juga, aset digital.

    Apa unda-undi ya antara NFT dan platform seperti unsplash ini?

  6. Kalo NFT, pembayarannya berupa token kripto Kak…
    Marketplace digital spt freepik, unsplash, pexels, dll, kan pakai $ …

  7. Wah syahrini main investasi digital juga ya. Gak heran sih dan kekayaannya terus melejit. Mainannya kripto. Harus berbagi banyak ilmu tentang kripto nih biar makin banyak yang tahu dan berani berminat

  8. Pingback: √+5 Peluang Bisnis Online Menguntungkan, Bisa Dikerjakan Dari Rumah | Hani Widiatmoko

  9. Membaca artikel ini jadi menambah wawasan tentang dunia digital. Ternyata kreasi kita bisa bernilai kalau tahu cara memasarkannya. NFT menjadi angin segar buat investasi produk digital hasil kreasi kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status