Lompat ke konten

Jenis Iritasi Kulit Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Jenis Iritasi Kulit Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Sistem imun yang belum sempurna dan sel-sel tubuh bayi yang masih berkembang membuat si Kecil lebih rentan mengalami masalah kesehatan, termasuk iritasi kulit pada bayi. Kulit bayi yang masih rapuh membuatnya lebih sensitif pada lingkungan sekitar sehingga ruam dan peradangan juga lebih mudah terjadi. Kabar baiknya adalah pada umumnya, iritasi tersebut tidak berbahaya dan dapat diringankan dengan pemberian salep yang mengandung vitamin B5.

Kendati dapat ditangani dengan mudah bahkan sembuh dengan sendirinya, bukan berarti Mama dan Papa boleh mengabaikannya. Iritasi kulit seringkali membuat si Kecil tidak nyaman karena perih, nyeri dan panas yang dirasakan. Untuk itu, kenali jenis iritasi kulit apa saja yang sering terjadi berikut dengan cara mengatasinya seperti berikut ini.

Ruam Popok

Iritasi ini sering ditemui terutama pada bayi yang menggunakan popok sekali pakai. Alasannya adalah popok sekali pakai dapat menampung lebih banyak cairan dibandingkan dengan popok kain sehingga ada kecenderungan orang tua menunda mengganti popok kotor tersebut. Alhasil, kulit bayi yang masih sangat rentan berkontak terlalu lama dengan urin ataupun feses yang memicu timbulnya iritasi hingga peradangan.
Untungnya, ruam popok dapat diatasi dengan cara menjaga kebersihan diri buah hati. Gantilah popok bayi sesering mungkin tanpa menunggu penuh agar kulitnya tidak bersentuhan dengan kotoran dalam waktu lama. Berikan kulitnya waktu “bernafas” dengan cara mengangin-anginkannya tanpa ditutupi popok agar kulit kering dan segar. Dan bila perlu, oleskan salep anti ruam agar kulit buah hati terlindungi dari gesekan dan infeksi.

Ruam Air Liur

Iritasi kulit juga bisa terjadi di bagian tubuh lain misalnya sekitar mulut, pipi dan leher akibat terkena air liur yang biasa disebut sebagai ruam air liur atau drool rash. Biasanya, drool rash terjadi pada bayi yang sudah mulai makan dan tumbuh gigi dimana produksi air liur meningkat. Ketika air liur bayi menetes, membasahi bajunya dan terlalu lama berkontak dengan kulit, maka iritasi akan muncul.
Supaya ruam cepat sembuh ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, jaga area sekitar pipi, leher dan dada bayi tetap kering dengan cara langsung mengganti baju buah hati jika air liur sudah membasahinya. Kedua, hindari menggosok kulit bayi saat mengeringkan dan membersihkannya. Ketiga, gunakan bib atau celemek bayi yang menghindarkan baju dari basah akibat liur.

Eczema

Tidak semua iritasi kulit dipicu faktor lingkungan dan kebersihan diri. Ada juga iritasi kulit bayi yang disebabkan oleh keturunan yaitu eczema. Penyakit ini ditandai dengan kulit yang kering, kasar, kemerahan dan gatal ketika bersentuhan dengan permukaan kain tertentu atau berkontak dengan bahan kimia yang tidak cocok untuk kulitnya hingga mengakibatkan alergi.
Meskipun banyak studi menyebutkan eczema dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia buah hati, namun jangan biarkan si Kecil merasa tidak nyaman karenanya. Lakukan beberapa hal untuk mencegah iritasi terjadi, seperti tidak menggosok kulitnya saat membersihkan atau mengeringkannya, menggunakan deterjen berformula lembut dan hypoallergenic hingga mengaplikasikan salep dokter pada kasus yang berat.
Sebagai langkah pencegahan dan pertolongan pertama pada iritasi kulit, selalu sediakan Bepanthen di rumah. Oleskan tipis-tipis pada area yang terkena ruam kemerahan untuk meredakan rasa gatal dan nyeri yang dialami buah hati. Jika iritasi tak kunjung reda selama beberapa hari, jangan ragu berkonsultasi pada dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Semoga bermanfaat.

Referensi:
https://www.healthxchange.sg/children/baby-0-24-months/common-baby-skin-conditions-symptoms-causes
https://www.healthxchange.sg/children/baby-0-24-months/treatment-rash-eczema-baby-skin-conditions
https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash#treatment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status