Lompat ke konten

Hidangan Uzbek Plov, Sebuah Simbol Keramahtamahan Uzbekistan

Hidangan Uzbek Plov, Sebuah Simbol Keramahtamahan Uzbekistan

Berkunjung ke suatu tempat, belum afdol rasanya bila tidak mencicipi kuliner setempat. Makanan utama warga setempat seringkali berbeda dengan yang kita makan sehari-hari. Ada daerah yang menu utamanya roti, mie, kentang atau jagung, yang dilengkapi lauk-pauk. Bagi orang Indonesia yang belum makan nasi, serasa belum makan, maka menu selain nasi menjadi kurang cocok di lidah. Berbeda ketika hidangan Uzbek Plov tersaji, nasi campur beraroma rempah dilengkapi irisan wortel, bawang bombay, daging empuk, taburan kismis, chickpeas, dan hiasan telur puyuh, kuliner ini enaknya luar biasa.

Republik Uzbekistan, negeri di Asia Tengah ini jaraknya >6800 KM dari Jakarta. Sebuah negeri tanpa lautan, dikelilingi oleh daratan dan berbatasan dengan negara-negara, Afganistan, Kirgiztan, Tajikistan, Kazakhstan, dan Turkmenistan.

Negeri yang baru memerdekakan diri dari Uni Soviet tahun 1991 sedang semangat-semangatnya mengangkat citra diri, mengenalkan bangsa mulai dari sejarah, budaya, seni, kerajinan, hingga kuliner.

Menilik secara geografi di Asia Tengah, kulinernya perpaduan antara Tiongkok, Timur Tengah, dan India. Contohnya minuman sehari-hari adalah teh, terdiri dari pilihan teh hijau atau teh hitam. Sekarang dikembangkan juga artisan tea, campuran teh dan herbal atau bunga.

Karena tidak ada lautan, maka jarang sekali menjumpai ikan dalam menu sehari-hari. Paling kalau ada ikan, adalah ikan sungai. Hampir selalu ada daging di kuliner Uzbek, pilihannya daging ayam, sapi, domba, bahkan kuda.

aneka olahan daging
aneka olahan daging, kiri bawah=daging kuda (saya belum coba… :D)

Cara masaknya ada yang dibakar, dibuat kebab, ditumis, atau dibuat bola-bola daging untuk sup.

Karbohidrat pada menu utama, terdapat roti bundar, seperti halnya “nan” di Timur Tengah. Di sini namanya “nun”. Cara memanggangnya, roti bundar sebesar piring ini ditaplok-taplok di tungku besar. Bentuknya unik, bagian tengahnya ada motif titik-titik yang dicetak semacam sikat besi ketika masih berupa adonan.

adonan nun proses dipanggang
roti siap panggang

Kemudian ada mie lebar, mungkin pengaruh dari Tiongkok, bernama Lagman. Rasanya mirip mie Aceh, kuat rasa rempahnya. Pilihannya ada mie goreng atau mie nyemek. Enakan mie goreng sih…

uzbek lagman noodle
kanan atas=lagman, tengah=salad, bawah=nun

Nah, yang terkenal adalah Uzbek Plov, sering pula disebut Pilaf/ Palov. Nasi ini merupakan nasi campur yang terdiri dari nasi, daging (bisa memilih daging sapi/ domba), wortel, irisan bawang bombay, chickpeas, kismis, dan hiasan telur puyuh.

Uzbek Plov merupakan hidangan yang wajib ada di setiap kesempatan. Di pesta pernikahan, makanan sehari-hari, menu jamuan menerima tamu, dll.

Jadi urutannya kalau bertamu ke keluarga di Uzbekistan, yang pertama dihidangkan adalah roti (nun), lalu teh. Kemudian berbagai macam salad, acar sawi mirip kimchi, ada irisan daun ketumbar dan yogurt, acar bawang putih, irisan tomat, tumisan terong, acar timun dan cabai, irisan kol, dan lain-lain. Semuanya dihidangkan di piring kecil.

aneka hidangan pembuka
hidangan pembuka: salad buah, tumis timun, tumis terong

Puncaknya disajikan nasi Plov ini, sepiring besar, bisa dimakan berdua atau bertiga. Hidangan Uzbek Plov ini menurut saya, oily dan asin. Kata teman-teman yang jalan-jalan bareng, komentarnya sama, hidangan Uzbek cenderung asin. Tetapi kue-kuenya manis banget.

sepiring plov ber-3 untuk porsi orang Indonesia
sepiring plov untuk ber-3 orang Indonesia

Dan…porsinya besar-besar. Seringkali kita, orang Indonesia, tuh lapar mata, jadi makanan sering tidak habis. Ada baiknya, beli satu porsi, makan berdua atau bertiga, supaya tidak mubazir.

Begitu istimewanya hidangan Uzbek Plov sehingga tahun 2016 masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO.

Ada pepatah di Uzbekistan bahwa tamu hanya dapat meninggalkan rumah tuan rumah setelah ditawari plov. Plov merupakan hidangan tradisional, dibuat dan dibagikan ke seluruh komunitas bila ada kenduri.

Bahkan di pesta pernikahan yang diadakan secara tradisi, undangan pernikahan disebarkan di pasar. Maka sudah lazim, hidangan ini disajikan untuk semua orang, sebagai tanda keramahtamahan.

Pembuatan dan pembagian hidangan tradisional ini bertujuan untuk mempererat ikatan sosial, mengedepankan nilai-nilai termasuk solidaritas dan persatuan serta membantu keberlangsungan tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.

Penasaran dong saya, gimana sih cara membuat hidangan Uzbek Plov ini.
Maka berbagai variasi dari Youtube pun saya telusuri. Ternyata bumbunya tidak serumit bumbu nasi Biryani atau nasi Mandhi, hidangan Timur Tengah. Untuk itu saya beli saja bumbu jadi Biryani atau Mandhi, di los daging di Pasar Batununggal, Bandung.

Bumbu dasar nasi Plov ternyata hanya irisan bawang Bombay, bawang putih utuh, jintan, dan garam-merica sesuai selera. Cara masaknya di wajan besi atau kuali, diaron semuanya hingga nasi matang. Di Uzbek, wajan besi ini dinamakan kazan.

Berikut resep Nasi Uzbek Plov

Bahan-bahan

  • 1/3 cup minyak
  • 1/2 kg daging domba/sapi
  • 2 medium bawang Bombay
  • 3 wortel ukuran sedang, potong memanjang
  • garam sesuai selera
  • 1/2 tsp black pepper
  • 1/4 tsp kunyit bubuk
  • 1/2 tsp cabe merah kering
  • 1 tsp jintan butiran (uleg/ gerus sampai halus)
  • 1 bawang putih utuh
  • 2 cups basmati rice (or long grain rice), sebaiknya rendam dulu ½ hari
  • cabai merah utuh untuk menguatkan rasa (optional)
  • 1 bay leaf
  • 1/2 cup cooked chickpeas
  • 2-3 tbs kismis
  • air panas secukupnya

Cara masak

  • Tumis daging domba sampai berubah warna, masukkan bawang Bombay sampai harum, tutup wajan, masak hingga berubah warna dan bawang Bombay agak gosong.
  • Masukkan wortel, taburkan semua bumbu (black pepper, kunyit bubuk, cabai merah kering, gerusan jintan), letakkan bawah putih utuh di tengahnya. Taburi garam sesuai selera.
  • Beri air secukupnya, tutup wajan, dan masak hingga keluar kaldu kecoklatan.
  • Masukkan beras di atas campuran wortel-daging, selipkan bay leaf, taburkan kismis dan kacang, sisipkan cabai merah di pinggir wajan.
  • Beri air sampai seluruh beras tertutup air. Tutup wajan, masak dengan api kecil hingga nasi matang.
  • Setelah matang, aduk-aduk perlahan nasi Plov, sehingga daging yang tadinya di dasar wajan menjadi di atas nasi.

Ada yang lebih praktis, pakai rice cooker. Tapi saya belum coba.

Artikel ini ditulis untuk “Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog” bulan Maret 2024 dengan tema Cerita Kuliner.
Kebetulan ada cerita tentang Hidangan Uzbek Plov yang ternyata mudah membuatnya dan cocok di lidah.

21 tanggapan pada “Hidangan Uzbek Plov, Sebuah Simbol Keramahtamahan Uzbekistan”

  1. Waaahhh … Sedap nian hidangannya teh Hani.
    Aku jadi seperti ikut traveling dan kuliner bareng nih. Mau ah coba buat nasi Plov nya di rice cooker sepertinya lebih mudah buat aku si emak males masak ha3 …

    Salam sehat

  2. Wahhh…hebat bu Hani, langsung di praktekan masak Plov nya, makasih bu resepnya, ku mo nyoba ahhh. Selakat berpuasa buuuu ????

  3. Bu Hani, tadi pertama kali liat saya langsung ingat Pulao, nasinya orang Pakistan, mirip banget. Akhirnya saya google, ternyata serupa tapi tak sama hehe. Kayanya sama dengan kisah Nasi Uduk dengan Nasi Lemak.

    Alhamdulillah jadi juga jalan-jalan ke Uzbek ya Bu, ditunggu cerita selanjutnya hehe.

  4. MashaAllah. Saya sudah lama kepengen banget berkunjung dan mengeksplor Uzbekhistan. Tidak hanya menyusur peninggalan dan jejak-jejak kebesaran Islam, ilmu pengetahuan, dan cantiknya banyak bangunan, tapi juga merasakan beraneka kuliner halal di sana. Saya penasaran banget dengan aneka roti yang mereka buat dan beberapa makanan serta jajanan pembangkit selera. Baca artikel ini jadi penasaran dengan rasa daging domba hahahaha. Duh, semoga bisa segera ke Uzbekh.

  5. Aku pribadi blom banyak nemuin yg mengulas kuliner khas Uzbekistan, setelah baca artikel ini jadi dpt insight baru. tapi klo liat sekilas rada2 mirip sama makanan khas timur tengah/Turki ya..
    Oh iya sekilas pernah denger juga klo lagman itu hidangan nasional serapan dari orang-orang Uighur yg berhijrah ke Uzbekistan

  6. Jadi pingin bikin, udah beberapa hari ini kok pingin makan nasi biryani

    tapi baca tentang Nasi Uzbek Plov, jadi pingin coba

    kerena resep nasi seperti ini (termasuk biryani) gak pakai micin untuk penyedap, tapi menggunakan daging asli untuk memberikan rasa gurih/umami

    daging dombanya bisa diganti daging sapi kan ya?

  7. Wah, makanan Uzbekistan keliatan lezat, mba. Kalo olahan daging domba aku belum pernah cobain. Tapi pasti unik cara masaknya ya. Bisa dicoba nih buat yang suka makanan kaya gini. Aku malah penasaran sama rasa rotinya. Hehe

  8. Fenni (rejekingalir.com)

    Kalau hidangannya cenderung asin, apa mungkin karena faktor cuaca juga ya sehingga dengan asinnya yang sedikit dilebihkan jadi terasa lebih enak

  9. Kalau dilihat dari roti nun sih mirip sama hidangan Turki dan Timur Tengah lainnya, tapi kalau dedagingannya, kaya mirip kuliner Mongol ya Mbak Hani. Keren deh, jadi ngiler loh!

  10. saya lapar. 🙁

    (sungguh godaan browsing sore-sore)

    anyway, dari foto2 di atas… sebagai orang yang lebih suka ikan dibanding daging, ga bisa bayangin mayoritas masakan yang isinya daging-dagingan, meskipun enak. beruntung banget ya Indonesia, garis pantainya segitu banyak, sehingga hasil ikannya pun kaya…. nggak cuma ikan air tawar tapi juga air laut.

    1. Betul Teh. Lima hari disuguhin nasi & daging terus. Menjelang pulang, udah engga masuk lagi nasi & daging. Aku makan sup aja…masih ada bola-bola dagingnya sih…wkwkwk. Tapi ada wortelnya gede-gede.

  11. Teh Hani, saya mempunyai respons yang sama dengan kuliner di KZ. Yang savoury itu berminyak dan asin (sampai saya bertanya-tanya, apakah di sini gak kenal dengan yang namanya tirisan minyak), sedangkan yang manis tuh manis manis sekali ehehe. Setelah membaca tulisan Teh Hani, banyak yang mirip Teh menu makanan Uzbekistan dengan di sini.
    Minuman yang namanya teh Tashkent, seger ya Teh. Padahal kalau diamati, gampang bikin dan bahannya ehehe, bahkan sering (tanpa sadar) kita bikin sendiri di tanah air: black tea, teh hijau, lemon, madu. Tapi ada yang beda, apa ya.

    Kapan-kapan nyobain daging kudanya, Teh ehehe

  12. Wah terima kasih resepnya bu Hani. Penasaran masak beras pakai panci apakah langsung matang ya? Kebayang masak nasi pakai panci terus harus dikukus dulu hehehe. Ditunggu cerita lainnya dari perjalanan di Uzbek ya bu Hani

  13. Saya ga bisa bayangin gimana rasanya daging kuda, alot ga ya mbak, hehehe. Mbak, seru banget bisa jalan-jalan ke Uzbekistan. Kuliner dan budaya baru yang belum pernah terbayang oleh saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status